Bansos Sementara, Berdaya Selamanya: Pemerintah Dorong KPM PKH Menjadi Mandiri Melalui Lomba Usaha Produktif

  • Aug 14, 2025
  • MUHAMMAD BASOFI

Barat, 13 Agustus 2025 – Bantuan sosial (bansos) sejatinya bersifat sementara, menjadi langkah awal penyelamatan bagi warga yang membutuhkan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan, tujuan utama bansos adalah mendorong kemandirian. Karena itu, penerima bantuan harus didorong untuk “naik kelas” menjadi warga yang produktif dan mandiri.

“Bantuan hanya langkah awal. Selanjutnya, penerima harus mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui keterampilan, usaha, dan kreativitas. Itulah semangat yang ingin kita tanamkan,” ungkap Gus Ipul dalam keterangan resmi.

Kementerian Sosial RI terus memperkuat komitmen ini melalui berbagai program pemberdayaan, seperti pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan dukungan permodalan. Harapannya, bantuan yang diberikan hari ini menjadi pijakan untuk masa depan yang berdaya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Kecamatan Padang mendukung penuh program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui panitia HUT RI ke-80 Kecamatan Padang, digelar Lomba Usaha Produktif KPM PKH sebagai ajang untuk menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi.

Hari ini, tim penilai lomba melakukan kunjungan ke salah satu peserta lomba, Ibu Isma Wahidatul Janah, warga Dusun Sumber Pakel, Desa Barat. Ibu Isma adalah pelaku usaha produktif yang memproduksi bubuk kopi. Usahanya sudah berjalan hampir sepuluh tahun, dimulai dari skala kecil untuk memenuhi pesanan tetangga dan kerabat.

Berbekal keuletan dan semangat pantang menyerah, pemasaran produk bubuk kopi racikan Ibu Isma kini telah berkembang. Dari yang awalnya hanya dijual di lingkungan sekitar, kini produk tersebut sudah masuk ke toko-toko dan pasar lokal. Cita rasa kopi yang khas membuat banyak pelanggan setia terus memesan.

“Awalnya hanya iseng jualan ke tetangga, lama-lama banyak yang suka. Sekarang saya ingin usaha ini berkembang lebih besar,” ujar Ibu Isma sambil menunjukkan proses penggilingan dan pengemasan kopi di rumahnya.

Meski usahanya sudah berjalan cukup lama, Ibu Isma mengaku masih memiliki tantangan. Modal yang terbatas dan kemasan yang sederhana membuat produk sulit bersaing dengan merek-merek besar di pasaran. Karena itu, ia berharap adanya bantuan modal usaha, pelatihan pengemasan (packaging), dan pemasaran digital agar produknya semakin diminati.

“Kalau ada pelatihan desain kemasan yang bagus dan tambahan modal, saya yakin kopi ini bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” tambahnya penuh harap.

Camat Padang, Bapak Jamak Nurwanto, S.P., menyampaikan bahwa lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi mendorong kemandirian ekonomi penerima bansos. “Kami ingin KPM PKH tidak hanya menerima bantuan, tapi juga mampu menciptakan peluang usaha. Melalui lomba ini, mereka bisa mendapatkan motivasi, pengalaman, dan jaringan pemasaran yang lebih luas,” jelasnya.

Dengan program ini, diharapkan penerima bansos tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga mampu menciptakan masa depan yang mandiri, produktif, dan berdaya.